← Semua koleksi

01 / Villa tropis

Villa Seraya

Ruang untuk pulang, di antara air dan cahaya.

Tiga paviliun mengitari kolam yang panjang. Atap lebar, kayu gelap, batu hangat, dan taman membentuk rumah dengan hubungan luar-dalam yang tenang.

Mulai tur ringkas Lihat keseluruhan

Tur ringkas ±3 menit · Lengkap ±6 menit
Model awal ±3,5 MB · Seluruh ruang ±3,5 MB. Unduhan aplikasi dan decoder tambahan pada kunjungan pertama.

Eksterior Villa Seraya

Tentang ruang

Gagasan yang
bisa dimasuki.

Perjalanan dimulai dari gerbang, menyusuri tepi kolam, lalu masuk ke ruang keluarga, dapur, suite utama, dan paviliun tamu. Setiap bangunan memiliki orientasi sendiri, tetapi selalu kembali pada halaman bersama.

Pemisahan paviliun memberi tempat bagi kegiatan bersama dan waktu pribadi. Beranda menjadi penghubung antara interior dengan taman, sementara detail furnitur membawa skala rumah yang akrab. Jelajahi seluruh urutannya atau langsung pilih ruang yang ingin diamati lebih dekat.

Ketiga paviliun dan halaman dapat dijelajahi.

Program
Villa tropis
Perjalanan
14 tujuan lengkap · 6 pilihan ringkas
Skala
Meter desain konsep
Karya
Original · 2026

Di balik
pintu masuk.

Ruang-ruang utama yang akan kamu temukan selama perjalanan.

  • 01Ruang keluarga
  • 02Ruang makan & dapur
  • 03Suite utama & kamar mandi
  • 04Paviliun tamu
  • 05Lounge taman
  • 06Dek kolam

Rencanakan perjalanan

Setiap ruang,
punya cerita.

Tur ringkas ±3 menit · Lengkap ±6 menit
Model awal ±3,5 MB · Seluruh ruang ±3,5 MB. Unduhan aplikasi dan decoder tambahan pada kunjungan pertama.

Denah dan narasi tetap dapat dibaca tanpa membuka 3D. “Fasad saja” berarti interior area itu tidak termasuk kunjungan.

Selamat datang di Villa SerayaHalaman kedatanganBerjalan di tepi kolamBeranda yang teduhRuang keluargaRuang makanDapur dan kabinetMenuju suite utamaSuite utamaKamar mandi privatDek santaiPaviliun tamuLounge tamanMenutup perjalanan

Transkrip tur / 14 tujuan

01Selamat datang di Villa Seraya

Masuk melalui gerbang kayu menuju sebuah villa tropis dengan tiga paviliun. Seluruh bangunan, furnitur, dan lanskap adalah desain original untuk pengalaman ini. Perhatikan pemisahan atap setiap paviliun; susunan bangunan memberi petunjuk tentang kegiatan bersama dan ruang pribadi sebelum memasuki halaman utama.

Perhatikan pemisahan atap setiap paviliun; susunan bangunan memberi petunjuk tentang kegiatan bersama dan ruang pribadi sebelum memasuki halaman utama. Urutan masuk memperkenalkan bangunan secara bertahap. Gerbang membatasi pandangan awal, kemudian halaman membuka hubungan dengan kolam serta tiga massa utama. Pemisahan paviliun menjadi cara menyusun privasi tanpa menjadikan seluruh tapak sebuah bangunan tertutup. Kayu, batu, dan permukaan air muncul kembali sepanjang perjalanan sebagai pengikat visual.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
02Halaman kedatangan

Sumbu kedatangan mengarah ke kolam panjang. Jalur pejalan kaki mengitari air, menghubungkan ruang bersama, kamar utama, dan paviliun tamu. Bandingkan jalur kering dengan bidang air di tengah; hubungan ini menjadi acuan ketika berpindah di antara ketiga paviliun villa.

Bandingkan jalur kering dengan bidang air di tengah; hubungan ini menjadi acuan ketika berpindah di antara ketiga paviliun villa. Ruang luar menjadi bagian dari susunan rumah, bukan sisa lahan di antara bangunan. Jalur mengitari kolam sehingga kegiatan berpindah mempertemukan penghuni dengan teras dan taman. Ruang bersama berada pada satu paviliun, sedangkan suite utama dan kamar tamu mendapat massa tersendiri. Hubungannya dapat dibaca dari tempat kedatangan ini.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
03Berjalan di tepi kolam

Batu terang membingkai kolam dan memantulkan cahaya. Dari tepi barat, kita melihat kamar utama di seberang air dan ruang bersama di ujung utara. Amati batas dek dan bukaan bangunan di seberang; kolam berfungsi sebagai pusat orientasi saat melihat hubungan ruang dalam dan luar.

Amati batas dek dan bukaan bangunan di seberang; kolam berfungsi sebagai pusat orientasi saat melihat hubungan ruang dalam dan luar. Pandangannya mempertemukan sisi panjang kolam dengan beberapa ambang interior. Batu terang menandai lantai di tepi air, sementara atap dan kolom membentuk lapisan ruang di belakangnya. Jalur kunjungan mengikuti dek kering dan tidak memotong permukaan kolam. Perbedaan bahan membantu memperjelas batas antara area berjalan dan elemen lanskap.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
04Beranda yang teduh

Atap lebar menaungi ambang ruang terbuka. Kolom kayu, kisi-kisi, pot tanaman, dan lampu di bawah atap memberi lapisan detail pada peralihan menuju interior. Perhatikan pertemuan kolom dengan atap dan lantai; beranda membentuk ambang yang cukup jelas tanpa memutus pandangan menuju halaman terbuka.

Perhatikan pertemuan kolom dengan atap dan lantai; beranda membentuk ambang yang cukup jelas tanpa memutus pandangan menuju halaman terbuka. Beranda berada di antara halaman terbuka dan kegiatan di dalam paviliun utama. Kedalaman atap memberi lapisan naungan, sementara ritme kolom memperjelas batas ruang. Furnitur serta detail di bawah atap memperkenalkan skala manusia setelah pandangan keseluruhan dari luar. Bukaan yang menerus menjaga hubungan visual dengan pusat halaman villa.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
05Ruang keluarga

Sofa berlapis kain, meja rendah, karpet, rak pajangan, dan panel kayu membentuk ruang duduk. Pintu terbuka menjaga hubungan langsung dengan beranda dan kolam. Bandingkan arah sofa dengan bukaan ke beranda; kelompok furnitur menciptakan tempat berkumpul sambil mempertahankan jalan menuju bagian lain paviliun.

Bandingkan arah sofa dengan bukaan ke beranda; kelompok furnitur menciptakan tempat berkumpul sambil mempertahankan jalan menuju bagian lain paviliun. Ruang duduk dibentuk oleh kelompok benda dengan ketinggian berbeda. Sofa dan meja rendah memberi pusat kegiatan, sementara rak serta panel kayu menjadi latar. Jalur di depan bukaan tetap menghubungkan beranda dengan ruang makan. Penataan ini memperlihatkan bagaimana furnitur dapat membagi kegiatan tanpa memerlukan dinding pada setiap batas ruang.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
06Ruang makan

Meja makan untuk enam orang berada di tengah paviliun. Kursi kayu dan lampu gantung membedakan area makan tanpa memutus ruang terbuka. Amati jarak kursi dan hubungan meja dengan dapur; kegiatan makan ditempatkan sebagai penghubung ruang keluarga serta area persiapan makanan.

Amati jarak kursi dan hubungan meja dengan dapur; kegiatan makan ditempatkan sebagai penghubung ruang keluarga serta area persiapan makanan. Lampu gantung menandai pusat meja, sementara kursi membentuk skala kegiatan bersama. Kedekatan dengan dapur membuat urutan menyiapkan dan menikmati makanan terbaca dari denah. Ruang makan tetap berada di bawah atap yang sama dengan area keluarga. Material kayu menghubungkan furnitur dengan kolom serta detail lain di paviliun utama.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
07Dapur dan kabinet

Dapur memiliki kabinet bawah dan atas, backsplash, bak cuci, kompor, dan lemari pendingin. Material kayu disandingkan dengan permukaan batu gelap. Perhatikan susunan bidang kerja serta lemari penyimpanan; benda sehari-hari memberikan skala yang lebih dekat setelah melihat massa bangunan dari halaman.

Perhatikan susunan bidang kerja serta lemari penyimpanan; benda sehari-hari memberikan skala yang lebih dekat setelah melihat massa bangunan dari halaman. Kabinet menyatukan kegiatan penyimpanan dengan permukaan kerja yang menerus. Peralatan ditempatkan sebagai bagian dari susunan interior, sehingga fungsi ruang tetap terbaca ketika dilihat dari area makan. Perbedaan permukaan batu dan kayu memberi penekanan pada bagian yang disentuh atau digunakan. Rancangan ini merupakan konsep rumah, bukan spesifikasi instalasi dapur.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
08Menuju suite utama

Kita kembali melewati beranda lalu berjalan di sisi timur kolam. Bukaan lebar mengarah ke suite utama, dengan kamar mandi di belakang ruang tidur. Lihat perubahan arah jalur sebelum ambang suite; perjalanan memberi jarak antara ruang bersama dan kamar yang mempunyai suasana lebih pribadi.

Lihat perubahan arah jalur sebelum ambang suite; perjalanan memberi jarak antara ruang bersama dan kamar yang mempunyai suasana lebih pribadi. Jalur di sisi timur halaman menghubungkan ruang utama dengan suite. Perubahan arah di depan pintu membantu menandai transisi menuju area pribadi. Kolam tetap menjadi acuan di luar, sementara susunan ruang tidur dan kamar mandi mulai terbaca setelah masuk. Pemisahan massa memberi jeda antara kegiatan berkumpul dan waktu beristirahat.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
09Suite utama

Tempat tidur berlapis linen, headboard kayu, meja samping, lampu baca, serta kursi santai melengkapi kamar. Bukaan menghadap kolam memberi orientasi yang jelas. Amati hubungan tempat tidur dengan bukaan dan furnitur samping; kegiatan beristirahat menjadi pusat ruang dengan pandangan kembali ke halaman.

Amati hubungan tempat tidur dengan bukaan dan furnitur samping; kegiatan beristirahat menjadi pusat ruang dengan pandangan kembali ke halaman. Headboard serta meja samping membentuk pusat ruang tidur. Kursi santai memberi kegiatan tambahan tanpa menggantikan orientasi utama ke halaman. Di belakangnya, pembatas dan pintu memperjelas hubungan dengan kamar mandi privat. Bahan yang hangat mengikat furnitur dengan detail bangunan, sementara bukaan menjaga hubungan suite dengan ruang luar villa.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
10Kamar mandi privat

Bak mandi berdiri bebas, meja rias ganda, cermin, dan area shower dipisahkan dari ruang tidur. Kita masuk melalui pintu di sisi barat pembatas ruang. Bandingkan posisi cermin dengan vanity serta bak mandi; pembagian perlengkapan membantu membaca kegiatan yang berbeda dalam satu ruang privat.

Bandingkan posisi cermin dengan vanity serta bak mandi; pembagian perlengkapan membantu membaca kegiatan yang berbeda dalam satu ruang privat. Vanity ganda, cermin, bak mandi, dan shower membentuk beberapa zona pada satu interior. Jalur masuk berada di sisi pembatas sehingga tidak mengarah langsung ke tengah perlengkapan. Perbedaan permukaan memperjelas kegiatan mandi dan bersiap. Seluruh benda merupakan geometri konsep; model tidak menyediakan spesifikasi plumbing atau detail konstruksi area basah.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
11Dek santai

Kembali ke luar, dek menyediakan kursi berjemur dan pandangan sepanjang kolam. Jalur tur tetap berada di lantai kering dan melewati sisi furnitur. Perhatikan arah kursi terhadap air dan paviliun; dek memberi tempat berhenti sambil tetap terhubung dengan perjalanan di sekeliling halaman.

Perhatikan arah kursi terhadap air dan paviliun; dek memberi tempat berhenti sambil tetap terhubung dengan perjalanan di sekeliling halaman. Dek berada di luar suite namun tetap menjadi bagian dari jaringan jalur halaman. Furnitur luar ruang disusun di sisi sehingga lintasan menuju paviliun lain dapat dipahami. Permukaan batu menghubungkan area ini dengan tepi kolam, sementara arah kursi menekankan kegiatan istirahat. Skala lanskap lebih terbuka daripada ruang tidur yang baru dikunjungi.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
12Paviliun tamu

Kamar tamu berdiri terpisah dari bangunan utama. Tempat tidur, meja kerja, dan lemari memberi fungsi mandiri, sementara teras mengarah ke taman. Lihat hubungan pintu kamar dengan terasnya; paviliun terpisah memberi jarak dari ruang bersama tanpa melepaskan orientasi ke taman utama.

Lihat hubungan pintu kamar dengan terasnya; paviliun terpisah memberi jarak dari ruang bersama tanpa melepaskan orientasi ke taman utama. Kamar tamu menggabungkan kebutuhan tidur, bekerja, serta penyimpanan dalam paviliun tersendiri. Teras menjadi penghubung ke taman dan menjaga orientasi keluar. Massa yang terpisah memberi karakter lebih mandiri tanpa mengharuskan hubungan dengan ruang utama terputus. Perhatikan bagaimana furnitur dan bukaan menjelaskan fungsi ruang meskipun dilihat dari satu titik kunjungan.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
13Lounge taman

Pergola kayu menaungi sofa luar ruang dan meja api dekoratif. Susunan bilah atap menghasilkan ritme bayangan, dengan tanaman dan bebatuan di sekelilingnya. Amati sela bilah pergola dan kelompok seating di bawahnya; batas ruang terbentuk melalui naungan serta furnitur, tanpa dinding tertutup.

Amati sela bilah pergola dan kelompok seating di bawahnya; batas ruang terbentuk melalui naungan serta furnitur, tanpa dinding tertutup. Pergola memberi batas atas yang tetap terbuka, berbeda dari atap penuh pada paviliun. Sofa dan meja dekoratif membentuk pusat kegiatan, sedangkan tanaman memperlembut tepi ruang. Sela atap menjadi bagian dari karakter visual tempat ini. Elemen api hanya berupa objek dekoratif dalam model dan tidak merepresentasikan sistem api yang beroperasi.

Lihat tujuan ini di 3D ↗
14Menutup perjalanan

Dari halaman selatan terlihat hubungan ketiga paviliun dan kolam pusat. Ini adalah konsep villa original dalam satuan meter, bukan dokumentasi bangunan bersejarah atau gambar konstruksi. Bandingkan tempat kedatangan dengan ruang yang sudah dikunjungi; halaman yang sama kini bisa dibaca melalui hubungan kegiatan setiap paviliun.

Bandingkan tempat kedatangan dengan ruang yang sudah dikunjungi; halaman yang sama kini bisa dibaca melalui hubungan kegiatan setiap paviliun. Sudut akhir memperlihatkan kembali tata massa yang diperkenalkan saat kedatangan. Perjalanan sebelumnya memberi konteks pada setiap atap, bukaan, serta jalur yang terlihat dari sini. Hubungan kegiatan bersama, tidur, dan istirahat luar ruang disusun mengitari kolam. Keseluruhan karya merupakan rancangan konseptual original untuk pengalaman arsitektur, bukan dokumentasi properti nyata.

Lihat tujuan ini di 3D ↗

Kamu sudah melihat gambarnya

Sekarang, masuklah.

Tur lengkap Pilih ruang sendiri

Tidak memerlukan akun. Gunakan kualitas Hemat untuk perangkat dengan grafis terbatas.

Proyek berikutnya: Brasshaven Works